Kapoldasu : Awalnya Narkotika Masuk Dari Jalur laut China & Malaysia - BUSER-NEWS | Berani Demi Tegaknya Hukum & Keadilan

Hot

Post Top Ad

Friday, February 23, 2018

Kapoldasu : Awalnya Narkotika Masuk Dari Jalur laut China & Malaysia





BUSER-NEWS.COM-POLDASU | Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Paulus Waterpauw mengatakan segala bentuk narkotika diedarkan di Indonesia melalui jalur laut China, Malaysia, Pekanbaru, Medan, Jambi dan Aceh.

"Narkotika tersebut awalnya masuk melalui Laut China, Malaysia hingga ke perbatasan wilayah Indonesia," kata Paulus dalam paparan penangkapan tersangka pengedar narkoba internasional di Mapolda, Kamis (22/2/2018).

Menurutnya, untuk memperkecil ruang gerak masuknya narkoba ke Sumatra Utara, Polda Sumut telah memperketat sistem pengamanan di wilayah pesisir pantai.

"Para bandar narkoba memanfaatkan `jalur tikus` untuk menyelundupkan sabu-sabu tersebut," terangnya.

Bahkan, pria kelahiran Papua Barat 25 Oktober 1964 ini juga menyebutkan, Polda Sumut telah menangkap sindikat narkoba jaringan internasional sebanyak 17 orang dengan rute Malaysia-Pekanbaru-Medan dan Aceh dengan barang bukti berupa sabu seberat 19,23 kg, dan 27.017 butir pil ekstasi.

Polda Sumut melakukan penangkapan yang pertama hingga penangkapan kesembilan terhadap pengedar dan bandar narkoba tersebut.

"Penangkapan jaringan narkoba dari Malaysia itu merupakan hasil pengembangan yang dilakukan petugas kepolisian terhadap beberapa tersangka," kata Kapolda Sumut.

Dijelaskannya, penangkapan pertama dilakukan pada, Kamis (25/1) jam 12.00 wib, di Jalan Bakaran Batu, Kompleks "Graha Indah" Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deliserdang.

Selanjutnya, petugas kembali menangkap tiga tersangka serta menyita barang bukti narkoba jenis sabu seberat 1.000 gram.

Ketiga tersangka yang diringkus itu berinisial MN (27) warga Desa Blang Peuria, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, IA (39) warga Desa Pahlawan, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh, dan MI (29) warga Desa Tanjong Meunye, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara.

Selain itu, petugas juga menyita barang bukti lainnya berupa 6 unit HP, 2 KTP, 1 lembar surat keterangan (Resi) dan 1 unit mobil BK 1373 EV.

Jumlah barang bukti dari sembilan kasus itu ialah sabu-sabu golongan I seberat 19,23 kg, pil ekstasi golongan I sebanyak 27.017 butir, 30 unit handphone, dua unit kendaraan roda dua, tiga unit becak, satu unit mobil, satu lembar surat keterangan (resi), dan tiga buah tas.

Ke-17 orang tersangka itu dijerat dengan Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman 20 tahun atau seumur hidup. (rul) 

Post Top Ad

Your Ad Spot