Lagi, Sinabung Mengamuk, Gemuruh Batu Berjatuhan - BUSER-NEWS | Berani Demi Tegaknya Hukum & Keadilan

Hot

Post Top Ad

Sunday, February 25, 2018

Lagi, Sinabung Mengamuk, Gemuruh Batu Berjatuhan

Sempat terjadi gempa 

BUSER-NEWS.COM-KARO | Gunung Sinabung kembali meletus, Minggu (25/2/2018) jam 20. 30 wib. Letusan itu sempat membuat masyarakat di Kecamatan Tiganderket, Kabupaten Karo, Sumatera Utara panik dan berhamburan ke luar rumah.
Data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebutkan, ketinggian kolom abu mencapai 3.800 meter dan sempat terjadi gempa.
Warga setempat menyebut erupsi malam ini menimbulkan suara gemuruh yang cukup kuat. Mereka menduga suara itu disebabkan longsor bebatuan di puncak gunung.
“Suaranya seperti batu berjatuhan. Mungkin setelah meletus ada longsor di puncaknya,” kata warga setempat, Agung Hudanie.
Petugas Pos Pengamat Gunung Sinabung, Umar Rosadi menerangkan, semburan abu vulkanik ini mengarah secara perlahan ke Selatan. Masyarakat di Karo diminta untuk waspada jika terjadi erupsi maupun awan panan guguran.
"(Masyarakat) tetap waspada. Gunakan masker dan tidak boleh masuk ke zona merah," jelasnya.

Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk tidak beraktifitas disepanjang aliran Sungai Lau Borus jika terjadi hujan. 

"Untuk hari ini cerah. Namun, jika hujan harus menjauh dari aliran sungai karena potensi lahar dingin bisa saja terjadi. Status Gunung Sinabung saat ini masih awas," tukas Umar.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam akun Twitternya juga menyampaikan terkait erupsi Gunung Sinabung malam ini.

"Gunung Sinabung kembali meletus pada 25-2-2018 pukul 20:38 WIB. Di bawah sinar rembulan, kawah Gunung Sinabung melontarkan abu vulkanik setinggi 3.800 meter," ucap , dalam akun twitter pribadinya, seperti dilihat detikcom, Minggu (25/2).

Abu tersebut akan tebawa oleh angin yang berhembus ke arah selatan dan barat daya. Energi vulkanik pun masih tinggi.

"Angin bertiup perlahan ke arah selatan- barat daya. Energi vulkanik masih tinggi berpotensi terjadi letusan lagi," kata Sutopo. (bsr)


Post Top Ad

Your Ad Spot