Mantan Wakapolda Sumut Tewas Mengenaskan, Kaki Diikat & Bersimbah Darah - BUSER-NEWS | Berani Demi Tegaknya Hukum & Keadilan

Hot

Post Top Ad

Sunday, February 25, 2018

Mantan Wakapolda Sumut Tewas Mengenaskan, Kaki Diikat & Bersimbah Darah

istimewa
BUSER-NEWS.COM-MALANG | Purnawirawan polisi, Kombes Agus Samad (71) tewas mengenaskan di belakang rumahnya. Diduga korban tewas karena dibunuh. Hal ini diketahui dari kondisi korban yang tewas dengan kondisi kaki diikat dan banyak ditemukan luka sayatan pisau ditubuhnya, Sabtu (24/5/20218).

Jenazah mantan Wakapolda Sumut ini pertama oleh warga dan Gunaryo satpam di komplek ia tinggal Perumahan Bukit Dieng, Kelurahan Pisangcandi, Kecamatan Sukun, Kota Malan.

Menurut, Gunaryo, ia bersama warga lainnya pergi ke rumah korban untuk mencari tahu keadaan korban atas perintah istrinya. "Istri bapak itu bilang, dia tidak bisa menghubungi bapak, jadi saya disuruh pergi ke rumah untuk melihat keadaan bapak, saya kesana bersama warga," katanya. 

Karena tidak ada sahutan dari korban, akhirnya Gunaryo bersama warga pun mendobrak masuk ke dalam rumah korban, saat berada di dalam rumah, terlihat banyak di ruang makan.
"Istri bapak itu sedang ke luar kota, jadi pas saya masuk, saya lihat banyak darah di ruang makan," ucap Gunaryo. 
Suasana semakin hoboh, saat korban ditemukan sudah tewas dibelakang rumah korban dengan kondisi kaki terikat tali rafia dan penuh darah. Temuan itu langsung dilaporkan ke pihak kepolisian.
Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri mengatakan, korban berada di jarak sekitar 10 meter dari lokasi ditemukannya bercak darah. Kaki korban terikat tali rafia yang terlilit ke pagar ruangan di lantai tiga.
"Untuk hasil olah TKP di ruang makan itu ditemukan bercak darah. TKP pertama bercak darah dengan korban itu jaraknya sekitar 10 meter, korban berada di halaman belakang. Dengan posisi kaki diikat tali rafia. Kemudian tali rafianya ini diikat di pagar lantai 3," katanya.
Selain terikat tali rafia, ditemukan luka di paha bagian belakang dan sayatan di kedua tangan korban dan. Di lokasi juga ditemukan baygon serta cairan yang masih dalam proses penyelidikan.
"Ada beberapa luka di tangan, sayatan, kanan kiri. Untuk barang-barang yang ditemukan ada baygon, kemudian ada cairan kami masih belum memastikan itu apa," katanya.
Belum diketahui kapan kejadian itu berlangsung. Asfuri mengatakan, bercak darah di lokasi sudah mulai mengering. Namun, luka di tubuh korban masih mengeluarkan darah. 
"Terakhir dia jabat sebagai Wakapolda Sumut," katanya. Jenazah korban langsung dievakuasi dan dibawa ke Kamar Mayat Rumah Sakit Umum Daerah Saiful Anwar (RSSA) untuk dilakukan autopsi.(*)
sumber :kompas.com
editor : irul

Post Top Ad

Your Ad Spot