Peras Kades, Wartawan Abal-Abal Diborgol - BUSER-NEWS | Berani Demi Tegaknya Hukum & Keadilan

Hot

Post Top Ad

Monday, April 2, 2018

Peras Kades, Wartawan Abal-Abal Diborgol

Ilustrasi

BUSER-JATIM | Seorang wartawan abal-abal berinisial SA warga Kabupaten Lumajang ditangkap, itu karena ia nekad melakukan pemerasan terhadap Kepala Desa, Yosorati Samin di Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Sementara, temannya, NY yang juga merupakan wartawan dari tabloid mingguan Metri Jatim masih dalam pencarian orang (DPO). 

"Oknum wartawan dari media Semeru Post tersebut tertangkap tangan saat melakukan pemerasan kepada Kepala Desa Yosorati yang diduga melakukan pungutan liar pada program keluarga harapan (PKH)," kata Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo dalam jumpa pers yang digelar di halaman Mapolres Jember, seperti dilansir Antara, Minggu (1/4/2018).

SA dan rekannya NY dari salah satu tabloid mingguan Metro Jatim yang kini masih buron meminta sejumlah uang kepada Kades Yosorati Samin. Samin diminta Rp 5 juta dan mengancam akan memberitakan dugaan pungutan liar yang dilakukan kades tersebut apabila tidak memberikan uang sebagai biaya ganti cetak koran mingguan Metro Jatim.

Sementara, Yosorati Samin mengaku tidak melakukan pungutan liar terkait tuduhan yang disampaikan tersangka. Namun, ia khawatir pemberitaan itu akan merusak nama baiknya, sehingga dirinya bersedia untuk memberikan uang kepada tersangka.

"Tersangka meminta uang imbalan sebesar Rp 5 juta, namun korban hanya sanggup untuk membayar Rp 2 juta dan terjadi negosiasi antara oknum wartawan dengan kades, sehingga disepakati hanya Rp2 juta yang diberikan Kepala Desa Yosorati kepada korban," tuturnya.

Saat transaksi pemberian uang tersebut, anggota Polsek Sumberbaru melakukan operasi tangkap tangan terhadap tersangka dengan sejumlah barang bukti yang berhasil disita yakni tiga buah kartu pers atas nama tersangka, satu kartu LSM Gerakan Anak Sosial (GAS), uang tunai Rp2 juta dan satu eksemplar koran Metro Jatim.

"Modus yang dilakukan tersangka hampir sama dengan kasus pemerasan oknum wartawan yang pernah tertangkap sebelumnya yakni pelaku mengancam akan memberitakan kasus korban dengan catatan korban bersedia membayar sejumlah uang yang diminta nya," katanya.

Ia mengatakan wartawan abal-abal yang melakukan pemerasan tersebut dijerat dengan pasal 369 KUHP tentang memaksa orang dengan ancaman akan menista dengan lisan atau tulisan atau ancaman akan membuka rahasia, dengan hukuman penjara empat tahun. (bsr)



sumber : merdeka.com
editor : irul/buser-news.com

Post Top Ad

Your Ad Spot