Polisi Tangkap Datna br Manurung - BUSER-NEWS | Berani Demi Tegaknya Hukum & Keadilan

Hot

Post Top Ad

Wednesday, May 23, 2018

Polisi Tangkap Datna br Manurung

Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara

Kapolres Asahan, AKBP Yemi Mendagi didampingi Kasat Reskrim saat mengintrogasi Datna br Manurung

BUSER-ASAHAN | Setelah dilakukan penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi, akhirnya Datna boru Manurung, wanita yang melakukan pembataian terhadap anaknya, Aulia Patin berhasil ditangkap petugas Polsek Sei Kepayang. 

Satu persatu, Datna pun menceritakan kenapa ia memiliki hati yang kejam melebihi binatang hingga perbuatannya merenggut anak bungsunya itu.

Kepada petugas, Datna mengakui ia mulai melakukan penyiksaan terhadap, Aulia Patin sejak ia ditinggal, Edi suaminya yang juga ayah, Aulia Patin. 

"Dia (Edi) meninggalkan saya, sejak anak kami (Auli Patin) lahir," ucap Datna. 

Sejak itulah, ia pun gelap mata dan kerap melakukan penyiksaan terhadap anaknya. Datna sendiri diketahui sudah tiga kali menikah. 

Dari hasil pernikahannya selama 3 pernikahan, Datna dikaruniai 3 orang anak. Dan Aulia Patin adalah anak ketiga buah hati dari pernikahannya dengan Edi, suami ketiga Datna.

Datna br Manurung saat menggendong putrinya, Aulia Patin semasa hidup. (istinewa)
Kades Asahan, Mati, Z. Sibarani kepada busernews.com mengatakan jika, Datna boru Menurung bukannya warga di tempat ia tinggal. 

"Dari kabar yang saya terima, Datna itu memang hampir setiap hari menyiksa anaknya, Aulia Patin," ucap M.Z Sibarani.

Hal yang sama juga dikatakan, Samsi (50) tetangga, Datna boru Manurung. Menurut Samsi, sejak ditinggal pergi suaminya, Datna jadi sering emosi dan kerap memukuli korban. 

"Setau saya ibu itu punya tiga anak, dua laki-laki dan satu perempuan yaitu yang meninggal. Semuanya itu lain bapak, karena ibunya sudah 3 kali menikah, korban sering diasuh sama orang lain. Mereka juga baru beberapa bulan tinggal di kampung ini. Pelaku jarang berkomunikasi sama tetangga disini, karena dia pergi malam pulang pagi," terang Samsi. 

Kapolres Asaha, AKBP Yemi Mandagi menjelaskan, perbuatan tersangka diatur Pasal 80 ayat 3 junto Pasal 76C Undang-Undang RI Nomor 35 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak atau Pasal 44 ayat (3) junto Pasal (5) a UU RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang kekerasan dalam rumah tangga. 

"Atas perbuatan tersangka ini dia terancam hukuman kurungan 20 tahun penjara, karena dugaan penganiayaan hingga menyebabkan kematian anak kandungnya sendiri,” kata Kapolres Asahan AKBP Yemi Mandagi kepada awak media saat menggelar  konfrensi perss, Rabu (23/5/2018). (heri)

Post Top Ad

Your Ad Spot