Gawat! Setahun Tidak Digaji, 2 IRT Asal Kupang Diduga Korban Trafficking - BUSER-NEWS | Berani Demi Tegaknya Hukum & Keadilan

Hot

Post Top Ad

Friday, September 14, 2018

Gawat! Setahun Tidak Digaji, 2 IRT Asal Kupang Diduga Korban Trafficking

Kedua korban Jemilina Martha Taopan dan Linda Enggelina Tuka 

BUSER-HELVETIA | Dua wanita asal Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur yang diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Manusia berhasil diselamat petugas dari Polsek Helvetia, Kamis (13/9/2018).

Kedua korban masing-masing Jemilina Martha Taopan (32), warga Desa Sahraen, Kecamatan Amarasi Selatan, dan Linda Enggelina Tuka (37), warga Desa Naibona, Kecamatan Kupang Timur.

Sebelumnya, kedua korban datang ke Medan untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga melalui biro jasa PT Maya Lestari yang beralamat di kompleks ruko Griya Riatur Indah, Jalan Tengku Amir Hamzah, Medan.

Namun, selama bekerja sebagai pembantu rumah tangga, keduanya tidak pernah mendapatkan gaji, bahkan keduanya tidak dibolehkan memegang hape. Sadisnya, keduanya tidak dibolehkan untuk menjalanakan ibadah.

Beruntung, peristiwa itu berhasil dibongkar setelah warga melaporkan kejadian itu ke Kepala Lingkungan. Mendapat laporan itu, personel Polsek Helvetia langsung begerak ke  PT Maya Lestari, di kompleks ruko Griya Riatur Indah, Jalan Tengku Amir Hamzah, Medan.

Kapolsek Helvetia, Kompol Trila Murni mengatakan, sudah melakukan mediasi terhadap pihak penyalur PT Maya Lestari dan kedua korban. 

"Dalam mediasi itu, pihak penyalur sepakat gaji dengan membayar gaji Jemi selama setahun, namun biaya pulang kampung ditanggung Jemi. Sementara, terhadap Linda, gaji tidak dibayarkan, karena belum meneken kontrak. Namun, biaya pulang kampung ditanggung oleh penyalur (PT Maya Lestari)," pungkas Trila.

Hingga saat ini, keduanya masih berada di Polsek Helvetia. (rul)

Post Top Ad

Your Ad Spot