Terlibat Persikusi, Ketua Oramas MP Masuk DPO Polrestabes Medan - BUSER-NEWS | Berani Demi Tegaknya Hukum & Keadilan

Hot

Post Top Ad

Wednesday, September 19, 2018

Terlibat Persikusi, Ketua Oramas MP Masuk DPO Polrestabes Medan

Surat DPO MP yang dikeluarkan Polrestabes Medan

BUSER-MEDAN | Salah satu Ketua Ormas, MP yang diduga pelaku persekusi masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polrestabes Medan.

Kapolrestabes Medan Kombes Dadang Hartanto didampingi Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira, Selasa (18/9/2018), membenarkan atas keluarnya surat DPO untuk MP.

"MP kita DPO karena melakukan perbuatan sewenang-wenang terhadap seorang warga yang dianiaya, dipersusah atau ditumpas dan ditindas," terang Dadang.

"Kita telah membentuk Tim Khusus (Timsus) untuk melakukan pengejaran terhadap DPO berinisial MP yang kini dalam pelariannya," sambungnya. 

Dadang juga menghimbau kepada MP untuk menyerahkan diri untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum.

MP masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) terkait surat laporan polisi nomor: LP/1979/K/IX/2018/SPKT RESTABES Medan, Tanggal 12 September 2018 atas nama Siliana Anjelita Manurung.

Siliyana Angelita Manurung menunjukkan luka di bibir yang menurutnya akibat dipukul warga. (Kanan) Lapo tuak milik orangtua Siliyana yang menurutnya dihancurkan warga. (Facebook/Siliyana Angelita Manurung)

Sebelumnya, Siliyana Angelita Manurung mengaku dianiaya bersama ibunya oleh warga di wilayah tempat tinggalnya.


Diceritakan Siliyana melalui media sosial (facebook), Rabu (12/8/2018), kejadian itu terjadi pada, Selasa (11/9/2018) malam.

Malam itu, ada dua orang pemuda datang ke rumahnya ingin menjual sepatu kepada ibunya seharga Rp 15 ribu.

"Awalnya,  ibu saya menolak, tapi anak itu memaksa karena dengan alasan ingin membeli nasi karena belum makan. Akhirnya mamakku membelinya" ceritanya.

Keesokan harinya, Siliyana tiba-tiba dibangunkan oleh pekerja di lapo milik ibunya yang menyatakan bahwa mamaknya diarak warga karena membeli sepatu dari si Basir. 

Mendengar kabar itu, Maliyana pun bergegas pergi untuk melihat kondisi orangtuanya. Sesampainya di lapo tuak orangtuanya, Maliyana melihat warga sudah ramai. Sementara, orangtuanya di ikat dipohon hanya memakai baju dalam dengan dikalungkan sepatu yang ia beli. 

"Hati saya sebagai seorang anak sangat teriris," katanya sambil menangis.

Saat hendak menolong ibunya yang berkalungkan karton bertuliskan "Saya Penadah..", Maliaya mengaku dianiaya oleh MP salah satu ketua ormas. 

Bukan hanya itu, MP juga melayangkan pukulan kewajah Maliyana hingga Maliyana mengalami luka memar. 

"Lalu saya ingin maju lagi, tetapi masyarakat memegang saya sampai saya terjatuh di tanah. Kemudian mamak saya diarak-arak lagi sampai di lapangan bola samping rumah saya," katanya. 

Bukan hanya itu, Maliaya juga mengatakan 2 unit keretanya yang berada di rumah diambil paksa warga dengan dalih bahwa kereta itu adalah hasil curian. 

"Hari ini saya sebagai warga indonesia menanyakan dimana kedilan itu.. saya hanya anak dari keluarga tidak mampu yg di aniaya.. kemana masyarakat indonesia yang cinta kedamaian.." katanya.

"lihat si pemilik mobil putih yg menganggarkan harta dan premanisme nya menganiaya seorang anak gadis yg hanya ingin membela seorg ibu nya .. bagaimana mereka yg memakan uang rakyat ??"

"lalu apa bedanya kami yg justru melakukan sebuah kekeliruan kecil yg di besar2kan kami, dan menambah fitnah." 

"saya harap buat saudara2 smua yg melihat postingan saya , meluangkan waktu untuk menshare kisah seorang anak yg ingin menyelamatkan ibu nya," kata Angelita.

Atas kejadian itu, Maliyana dan ibunya pun melaporkan kejadian tersebut ke Polrestabes Medan. (*/bsr)

Post Top Ad

Your Ad Spot