PNS Dirampok, Duit Rp115 Juta 'disulap' Perampok - BUSER-NEWS | Berani Demi Tegaknya Hukum & Keadilan

Hot

Post Top Ad

Saturday, October 6, 2018

PNS Dirampok, Duit Rp115 Juta 'disulap' Perampok

Ilustrasi
BUSER-LANGKAT  | Bendahara PPK Kecamatan Pangkalan Susu dirampok dua orang pengendara kereta di depan rumahnya di Dusun 1, Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, Jumat (5/10/2018). 
Duit sebesar Rp 115 juta untuk membayar tenaga honorer dan biaya oprasional PPS berhasil dibawa kabur. Kasus ini pun sudah dilaporkan ke Polsek Pangkalan Susu.
Menurut korban, Muya Wati (41), duit Rp 115 juta itu diambil paksa oleh pelaku dari dalam mobil Toyota Calya BK 1964 PL miliknya. Bukan hanya itu, pelaku juga sempat menganiaya korban hingga wajahnya mengalami luka memar.
Ceritanya, saat itu Muya Wati bersama temannya, Yuni baru mengambil duit Rp 220 juta dari Bank BRI Cabang Brandan Jalan Thamrin, Pangkalan Brandan, Jumat (5/10/2018) jam 10.30 wib, dengan mengendarai mobil Calya BK 1964 PL miliknya.
"Duit itu dibagi dua, Rp 105 juta dipegang teman saya, sisanya Rp 115 juta saya yang pegang," terang Muya.
Selanjutnya, tepat jam 12.00 wib, korban bersama temannya berangkat ke Kantor Camat Pangkalan Susu untuk mengantarkan temannya, Yuni. Usai mengantarkan temannya, ia pun kembali beranjak pulang ke rumahnya di Dusun I, Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Pangkalan Susu.
Sesampainya di rumah, korban lantas memarkirkan mobilnya di depan rumahnya. Selanjutnya, korban membuka bagasi mobilnya untuk mengambil tas yang berisikan uang Rp 115 juta. Saat itu juga, pelaku yang sudah mengikuti korban langsung merampas tas miliknya.
Korban sempat melawan, namun salah satu pelaku langsung memukul wajah korban hingga korban terjatuh. Dengan mengendarai kereta Yamaha Jupiter MX warna hitam, kedua perampok langsung tancap gas. Kejadian itu langsung dilaporkan ke Polsek Pangkalan Susu.
Kapolsek Pangkalan Susu, AKP Selamet Riyadi membenarkan atas perampokan tersebut.  "Selain duit ratusan juta, pelaku juga mengambil beberapa dokumen penting korban," pungkas Selamet. (put)

Post Top Ad

Your Ad Spot