Satker Nilai Kinerja PT. Bangun Anugrah Lestari Mengecewakan dan Terancam Finalti - BUSER-NEWS | Berani Demi Tegaknya Hukum & Keadilan

Hot

Post Top Ad

Friday, October 12, 2018

Satker Nilai Kinerja PT. Bangun Anugrah Lestari Mengecewakan dan Terancam Finalti


BUSER-MATARAM | Pengerjaan proyek pembangunan saluran drainase lingkungan dengan dengan nilai kontrak Rp 7.227.291.000,  yang dinalai asal asalan teramcam di finalti dan denda.

Pekerjaan proyek yang mulai kontrak kerjanya sejak tanggal 29 Maret hingga 24 September dengan pelaksananya PT.Bangun Anugrah Lestari, dengan konsultannya PT.Intishar Karya belum juga tuntas sementara sisa kontrak kerjanya  tinggal 16 hari sudah diambang finalti. 

Disamping itu proyek tersebut juga sudah menimbulkan 2 korban dan keresahan warga.

Pihak pengawas Kontraktor pelaksana pryek tersebut ketiak dikonfirmasi terkait keterlambatannya tersebut berkilah bahwa hal itu disebabkan karena tenaga tukang yang bekerja pulang karena gempa.

Kepala Satker Dirjen Cipta Karya NTB, Sugeng Slamet S.T, kepda media menjelaskan bahwa, memang benar pekerjaan tersebut sempat ditinggalkan para tenaga tukang karena gempa. 

Namun kehilangan waktu selama satu setengah bulan tersebut sudah digantikan dengan perpanjangan masa kontrak.

"Ketertinggalan masa kerja selama sebulan lebih itu sudah kami ganti dengan perpanjangan kontrak selama satu bulan setengah. Semua keluhan dan tuntutan warga harus kita tampung dan dicarikan solusi, itulah maksud pertemuan tadi. Pihak kontraktor pelaksana harus tetap bertanggungjawab atas akibat kelalaiannya dalam managemen penempatan tenaga kerjanya. Kalau dia profesional pasti mampu mengatur pekerjanya dengan baik sehingga mendapatkan hasil yang maksimal," terangnya.

Untuk mengejar ketertinggalan dengan sisa pekerjaan 16%  dalam 16 hari maka harus berani menambah tenaga kerja 2 kali lipat serta jam kerja juga 2 kali lipat, tetapi harus didukung dengan management yang baik.

Terkait dengan hasil proyek yang sudah dicapai, Sugeng mangaku merasa kecewa dengan hasil yang semrawut saat ini.

"Saya kecewa. Saya menilai kinerjanya kurang bagus. Kalau sampai tidak selesai hingga 16hari mendatang saya pastikan didenda. Denda akan diberlakukan terhitung mulai 25 September mendatang dengan nilai cukup besar perhari hingga pekerjaannya selesai," tegasnya. (red/n3g)

Post Top Ad

Your Ad Spot