Umpan Cewek Seksi, Sindikat Perampok Sopir Ojol Diungkap Polrestabes Medan - BUSER-NEWS | Berani Demi Tegaknya Hukum & Keadilan

Hot

Post Top Ad

Saturday, October 27, 2018

Umpan Cewek Seksi, Sindikat Perampok Sopir Ojol Diungkap Polrestabes Medan

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto didampingi Kasat Reskrim AKBP Putu Yudha saat memaparkan para tersangka perampok sopir taksi online, Jumat (26/10/2018). (istimewa)

BUSER-MEDAN | Modus perampokan sopir taksi online (Ojol) dengan umpan cewek seksi berhasil diungkap Sat Reskrim Polrestabes Medan. 

Terungkapnya kasus perampokan itu berawal dari laporan korbannya, Mikhael Sihotang (29) warga Jalan Harmonika Baru Gang Intan, Medan Selayang. 

Pria yang bekerja sebagai sopir taksi online ini dirampok di Hotel Hawai, Jalan Jamin Ginting, Medan, Selasa (9/10/2018) dinihari.

Peristiwa itu mula saat korban mendapat pesanan taksi online dari seorang wanita bernama, Auryn Keneysia (23), warga Jalan Damar 16, Perumnas Simalingkar/Jalan Bilal Ujung Gang Bakti, Medan, dari Jalan Simalingkar untuk diantarkan ke Lapas Pancurbatu, Senin (8/10/2018) sore.

Singkatnya, dalam perjalanan Auryn mengatakan kepada korban, akan memesan kembali taksi online milik korban tanpa melalui aplikasi. Permintaan itu pun dituruti korban.

Pada Rabu (9/10/2018) jam 02.00 wib dinihari, Auryn menelpon korban untuk menjemputnya dari Hotel Cemara Jalan Jamin Ginting. Setelah keduanya bertemu, Auryn berakting sambil menangis. 

Auryn mengatakan kepada korban untuk ikut bersamanya. Korban yang bingung lantas membawa Auryn di Hotel Hawai Jalan Jimin Ginting. Sesampainya di hotel, Auryn permisi ke kamar mandi.

Gak lama kemudian, tiba-tiba pintu kamar diketuk, saat dibuka, empat pria berbadan tegap yang mengaku sebagai anggota polisi langsung mengacungkan senjata api dan memukul korban.

Pelaku menuduh korban jika ia adalah pengguna narkoba. Selanjutnya, dengan tangan diborgol, keempat tersangka langsung membawa korban ke Hotel Milala jalan Binjai. 

Dihotel itu korban disekap. Semetara, mobil miliknya Datsun Go warna putih, hape, STNK, Kartu ATM dan duit Rp 500 ribu berhasil dibawa kabur.

Beruntung, korban berhasil menyelamatkan diri. Kejadian itu pun langsung dilaporkannya ke Polrestabes Medan. Mendapati laporan itu, petugas Reserse Polrestabes Medan langsung melakukan penyelidikan. 

Rabu (24/0/2018), petugas berhasil menangkap para tersangka. Namun, salah satu otak pelaku, Budi Hardi alias Budi (33) warga Jalan Persatuan Kompleka Lizia Garden III, Medan harus mendapat tembakan di kakinya. Karena, pada saat ditangkap, ia melakukan perlawanan dengan memukul petugas. 

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto didampingi Kasat Reskrim AKBP Putu Yudha mengetakan, jika para tersangka melakukan perampokan dengan modus memesan taksi online dengan unpan seorang wanita dan menuduh korbanya sebagai pengguna narkoba. 

"Pelakunya berjumlah 6 orang, tapi baru 4 tersangka yang kita amankan, salah satunya adalah Budi Hardi alias Budi pentolan dari perampokan tersebut," ucap Dadang. 

Keempat tersangka yang ditangkap masing-masing Auryn Keneysia (23) warga Jalan Damar 16, Perumnas Simalingkar/Jalan Bilal Ujung Gang Bakti berperan sebagai pemesan taksi online. 

Sementara, Budi Hardi alias Budi (33), warga Jalan Persatuan Kompleka Lizia Garden III, Medan, Alvy Sahrin alias Alvi (27) warga Jalan Jemadi Gang Kelapa Dua, Pulo Brayan, Medan berperan sebagai anggota polisi dan merupakan pentolan dari perampokan tersebut.

Selanjutnya, seorang wanita Nurhayani alias Naya (32) warga Jalan Pemasyarakatan, Tanjung Gusta, Deli Serdang, berperan sebagai penjual mobil.

Sementara, dua pelaku lainnya AS (50) warga sekitar Jalan Sei Kera, dan FE (45) warga sekitar Jalan Helvetia, yang mengaku sebagai anggota polisi masih dalam pengejeran petuas (DPO).

"Mereka ini komplotan perampokan sopir taksi online yang beraksi di kota Medan," pungkas Dadang.

Selain menangkap keempat tersangka, petugas juga mengamankan barang bukti 2 buah borgol, 1 pucuk replika senjata api, 1 buah sangkur, sebuah lencana, 1 kartu ATM, 5 unit hape, 1 buah jam tangan wanita satu buah Kotak Hp merk Xiomi Redmi 5 A, 1 unit mobil merk Datsun Go nomor polisi B 1136 milik korban, 1 unit Mobil merk Avanza milik Tersangka. Dan 1 bungkus plastik klip untuk kemasan sabu, 1 pasang sepatu, 1 buah celana dan baju. 

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 365 jo 480 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. (rul)


Post Top Ad

Your Ad Spot