GEMOT Beraksi Kembali di Wilayah Hukum Polrestabes - BUSER-NEWS | Berani Demi Tegaknya Hukum & Keadilan

Hot

Post Top Ad

Friday, January 18, 2019

GEMOT Beraksi Kembali di Wilayah Hukum Polrestabes

"Ilustrasi : Aksi Geng Motor Masih Belum Maksimal terselesaikan dan terasa dibiarkan berkembang"

Medan - Buser News,  Geng motor adalah sebuah kultur yang baru dalam sosial masyarakat yang selalu identik untuk melakukan tindakan kekerasan, dan identik juga dengan perbuatan yang melanggar hukum, setiap peristiwa yang meresahkan masyarakat selalu luput dari pengawasan pihak keamanan, namun apabila terjadi peristiwa untuk melakukan pembelaan diri, malah kebalikannya warga dijadikan tersangka, Pencegahan pun tiada dilakukan oleh aparat yang selayaknya berpatroli keliling dan hal ini tiad kelihatan sama sekali kepedulian, dan empati, dan akhirnya Geng Motor pun beraksi kembali dikarenakan mendapat angin segar kembali untuk melakukan tindakan anarkis.

Sebagian masyarakat khususnya warga merasakan keamanan dan kenyamanan sudah tiada terasa nyaman karena mulainya Geng Motor melakukan aksinya di jalanan dengan membawa perlengkapan senjata tajam, dan indikasi tersebut bisa saja terjadi dan dilakukan oleh GEMOT.

18/1/2019, sekitar jam 18.00 wib, dan 20.00 wib, peristiwa yang meresahkan warga Jl. Darussalam Kecamatan Medan Baru, wilayah Hukum Polsek Medan Baru, atas tindakan GEMOT yang dikenal dengan Geng Motor, melakukan tindakan pelemparan atas salah satu warung minuman dan makanan milik warga.

Atas kejadian tersebut Wak Geng pemilik warung, yang dibantu dengan warga untuk mempersiapkan diri terhadap serangan yang akan terjadi kembali, sementara saat dikonfirmasi kepada Wak Geng yang sebelumnya mereka melihat ada beberapa konvoi geng motor yang melintas di Jalan Darussalam menuju jalan Gatot Subroto.

"kami melihat ada konvoi geng motor dengan membawa bendera, dan beberapa jam kemudian konvoi ini balik kembali dengan melakukan penyerangan kepada tempat usaha dan sekaligus tempat tinggal kami," ungkap Wak Geng, 18/1/2019.

Informasi ini juga dilihat beberapa warga yang tinggal berdekatan dengan warung Wak Geng, dan ada juga warga yang melihat konvoi Geng Motor sekitar jam 18.00 wib, "ia saya kira itu hanya sekelompok komunity yang melintas, tak taunya sekitar jam 20.00 wib mereka melakukan pelemparan ke warung Wak Geng," ungkap warga tempatan yang sedang menjajakan dagangannya di jalan Darussalam. dan tidak ingin disebutkan namanya.

Kejadian yang meresahkan masyarakat dan warga sangat cepat dilakukan Gemot, dan "jumlah mereka juga banyak, sampai kaca spion Mobil yang sedang parkir mereka lakukan perusakan," ungkap warga yang tidak ingin disebutkan namanya.

Peristiwa itu pun menyebar kewarga untuk melakukan persiapan untuk melakukan perlindungan dan perlawanan terhadap geng motor, namun sampai beberapa jam setelah kejadian tersebut ,"tidak ada lagi kelihatan konvoi Geng Motor yang melintas di Jalan Darussalam, kami dapat informasi mereka akan melakukan kembali penyerangan itu," terang Wak Geng.

Saat dikonfirmasi kembali mengenai kejadian yang menimpa warung wak geng tersebut, apakah ada masalah sebelumnya, pertanyaan itu pun dijawab, "kami tidak ada masalah dengan pihak manapun, kalau disini memang tempat berkumpulnya anak anak untuk makan minum, dan banyak anak anak Grab ataupun Gojek online untuk beristirahat, malah kami dilempar sama Gemot itu," ungkap wak genk Kembali.

Yang saat ini menjadi konsern atas penempatan UU dan peraturan menjadi tidak terlaksana dalam penerapannya,gimana Gemot dapat memodifikasi  kenderaan mereka dengan membuat kegaduhan berupa kebisingan dari suara knalpot yang mereka buat, hal ini juga bisa menjadi imbas kepada pengendara lain yang kebetulan kebisingan dari suara knalpot tersebut mengindetikan pengendera seperti itu adalah Geng Motor.(Red.Su)

Post Top Ad

Your Ad Spot