Pembangunan Infrastruktur Tanpa Pengawasan, Kerugian Negara Timbul , Jalananpun Menjadi Kubangan - BUSER-NEWS | Berani Demi Tegaknya Hukum & Keadilan

Hot

Post Top Ad

Tuesday, January 8, 2019

Pembangunan Infrastruktur Tanpa Pengawasan, Kerugian Negara Timbul , Jalananpun Menjadi Kubangan

"Proyek Infrastuktur Tidak Berjalan Dengan Semestinya dengan Nilai yang Fantastik"

Labuhanbatu Utara - Buser News, Pembangunan Jalan rabat beton yang tidak kunjung usai, Proyek Jalan rabat beton di Sungai Dua Desa Air Hitam Kecamatan Kualuh Leidong Kabupaten Labuhan batu utara dengan anggaran Rp. 900 Juta Lebih  mulai dikerjai di pengujung Akhir Tahun. Pasalnya, hingga awal tahun ini pekerjaan proyek itu belum rampung dan masih sekitar 40 %. Padahal seharusnya masa waktu proyek itu selesai di bulan Desember 2018 lalu. 

Kades air hitam Nawawi saat dimintai keterangannya melalui telepon selulernya menyampaikan bahwa pihaknya tidak mengetahui terkait volume pekerjaan proyek tersebut. Bahkan dikatakannya,dirinya tidak tau kalau proyek itu mulai dikerjakan di akhir tahun 2018.(7/1/2019)

Sementara itu Pada papan plank informasi yang dipertunjukkan, proyek tertera nama proyek adalah pembangunan jalan semen di Jalan Pendidikan Dusun Sei Dua Desa Air Hitam Kecamatan Kualuh Leidong Labura dengan anggaran Rp. 950.837.000,- sumber dana BKPSU TA 2018. Pelaksana proyek adalah CV. Karya Kita dengan penanggung jawab Dinas PUPR Kabupaten Labura. 

"Proyek jalan cor semen yang dikerjakan di sungai dua tidak tau volumenya dan siapa pihak kontraktor nya, karena tidak pernah bertemu saya. Dan kalau mengenai alasan mereka bahwa kondisi jalan yang menjadi alasan pekerjaan itu terbengkalai, maka itu tidak benar karena sejak awal bulan 12 jalan sudah Mulai bagus dan material bisa masuk. Contoh nya DD desa kami bisa rampung kok. Intinya saya juga terkejut kalau ada proyek yang mulai dikerjakan pada pengujung tahun 2018 karena pemberitahuan pun tak ada." cetus Nawawi. 

Sementara Siaman Kadus sei dua blok 4 mengatakan mengatakan melalui sambungan seluler kepada awak media waktu itu di lokasi pekerjaan pernah menanyakan kepada ilham" apakah tidak melanggar peraturan,kalau saya dan masyarakat keberatan ya tidak keberatan yang penting terealisasi bangunan ini,masalah melanggar peraturan saya gak tau,yang jelas itu urusan pemborong atau kontraktornya.

Karomi,Dari Dinas PUPR  Labura saat dimintai keterangannya beberapa waktu yang Lalu melalui telepon selularnya kepada awak media mengakui pekerjaan proyek tersebut di kerjakan dengan dalih karena pengangkutan material proyek terhambat oleh jalan yang rusak didaerah tersebut. "Bahan material untuk proyek tidak bisa lancar diangkut kelokasi karena musim penghujan. Sehingga pekerjaannya  sampai saat ini belum selesai. (Red.Su/Heri)

Post Top Ad

Your Ad Spot