Penambang Pasir Tanpa Ijin Kebal Hukum, Divisi ESDM Kab.Sergai tutup mata - BUSER-NEWS | Berani Demi Tegaknya Hukum & Keadilan

Hot

Post Top Ad

Thursday, March 28, 2019

Penambang Pasir Tanpa Ijin Kebal Hukum, Divisi ESDM Kab.Sergai tutup mata



Serdang Bedagai, Buser News - Laporan hanya sekedar laporsn yang diadukan okeh masyarakat atas penambang pasir yang tidak memiliki ijin penambangan.

Laporan pun sudsh satu tahun masih tiada gerakan dari pemerintahan melalui aparatur kepolisian maupun pemerintah daerah, seperti laporan HNSI yang setahun sebelumnya melaporkan permasalahan penambangan liar di Kabupaten Serdang Bedagai, khususnya penambangan pasir di sungai ular, Kabupaten Serdang Bedagai.

Hanya sebatas laporan yang dilaporkan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) mengirimkan surat resmi kepada Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Ir H Dr T Erry Nuradi MSi dan Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut), Irjen Polisi Paulus Waterpauw terkait penambangan pasir liar yang telah lama beroperasi di Muara Sungai Ular Kecamatan Pantaicermin Kabupaten Sergai.

Di dalam surat bernomor 03/DPC-HNSI/SB-VIII/2017 tentang Permohonan Penertiban Penambangan Pasir Laut Secara Liar tersebut, HNSI meminta agar Kapolda Sumut dan Gubsu menindak tegas penambang liar yang hingga saat ini beroperasi tanpa izin operasional di Muara Sungai Ular Kecamatan Pantaicermin.
Pasir merupakan bahan baku atau bahan utama untuk membuat suatu bangunan dan memiliki harga ekonomis yang sangat tinggi sehingga menimbulkan kecenderungan masyarakat atau para pelaku usaha yang melakukan penambangan pasir, tanpa disertai izin usaha pertambangan.

Tindak pidana pertambangan diatur dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 yang tertuang didalam pasal 158.


Walaupun sudah ada ketentuannya dan Hukum yang berlaku masih dilakukan pengusaha pertambangan pasir di wilayah Deli Serdang untuk melakukan penambangan Pasir, diindikasi Pemerintah Daerah Kabupaten Serdang Bedagai melalui dinas ESDM menutup mata akan perusakan dengan penambangan pasir yang bebas di kawasan yang dilakukan para pengusaha penambang pasir liar tersebut.


Dari Pantauan Tim Media dilokasi Sungai Ular, Perbaungan Kabupaten Sergai, 27/3, pelaku melakukan dengan leluasa malah tim dilakukan penyerangan saat ingin mengkonfirmasi langsung dengan pihak penambang.

Sementara itu para pelaku yang berinisal L, M, G, S, P dan beberapa orang lainnya melakukab prnambangan pasir dengan menggunajan 30 mesin sedot pasir, dab pembeli juga tampak dengan kenderaan pengangkut pasir menunggu ataupun antri mengambil pasir dipinggiran Sungai Ular.

Perusakan sungai ular akan berakibat akan pengairan dan ekosistim sungai ular menjadi rusak malahan untuk penahan dinding dari sungai akan terjadi erosi.

Berdekatan dengan penambangsn pasir , dampak lain akan terjadi pada jembatan sungai ular, jembatan pun akan berpengaruh akan keberfungsian jembatan sungai ular.

Sementara warga sekitar saat dikonfirmasi,"kami tidak mengetahui perusahaan mana yang menambang itu, kami pun tidak bisa nendekati mereka, takut bang, kami diapa apain mereka, sudsh susah kehidupan kami bisa bisa keluarga kami terancam," ungkap warga yang tidak ingin disebutkan namanya, dan tinggal di dekat sungai ular nantinya, disaat jembatan rusak karena dinding penahan erosi.

Semakin terasa Hukum memang tidak berpihak dan keenggansn para penegak hukum atau diduga adanya pembackupan dalam penambangan pasir tersebut. (Red.Su/tim)



Post Top Ad

Your Ad Spot