Jalan Rusak ; Excavator milik SG Group Melintasi Jalan Semen Milik Pemerintah - BUSER-NEWS | Berani Demi Tegaknya Hukum & Keadilan

Hot

Post Top Ad

Sunday, May 26, 2019

Jalan Rusak ; Excavator milik SG Group Melintasi Jalan Semen Milik Pemerintah

"Excavator Milik Pengusaha melintas jalan Desa yang tidak sesuai peruntukkan jalan untuk alat Berat, dan Akhirnya membuat Rusak Infrastruktur yang dibangun"


Tanjung Leidong - Buser News, Sejumlah warga Kec. Kualuh Leidong Labura khususnya warga simpang 3 merasa kesal atas alat berat jenis eksavator Milik Sg Group melakukan rolin di jalan umum persisnya di jalan lintas simpang tiga menuju Desa Simandulang baru baru ini .

Walaupun tidak diperbolehkan untuk melintasi jalan desa, excavator tetap melintasi dengan dalih jangan salahkan alat beratnya, dan tetap bertahan dan menyalahkan pemborong jalan Desa tersebut.

Bobot excavator yang melebihi ketahanan jalan tetap melintas tanpa sanksi keras, "Tingkat Tonase Excavator mencapai lebih kurang 20 ton tidak layak melewati jalan kelas 3 A  dimana maksimal hanya boleh di lewati 8 ton" ungkap Heri Subekti salah satu organisasi masyarakat laskar harimau labura pada wartawan 26/minggu.

Akibatnya, dengan berat yang sangat bertolak belakang ,jalan umum mengalami kerusakan dalam arti pecah pecah di bagian pinggir beton. 

Lanjut hasan, perusahaan SG Group seharusnya mengerti, jalan umum jenis cor semen tidak layak untuk di lewati oleh alat berat yang kapasitas tonasenya dua kali lipat lebih berat dari daya tampung jalan semen tersebut. 

Pemerintah sudah dengan susah payah menghabiskan dana milliaran untuk jalan tersebut, jangan se enaknya pihak pengusaha menghancurkannya. Kata hasan. 

Amri Nasution toko pemuda Kualuh Leidong mengatakan dengan tegas,  yang namanya jalan semen tidak layak untuk di lewati alat berat jenis excavator. "Apa pun ceritanya,   Jelas ini pihak pengusaha bisa di tuntut merusak fasilitas jalan umum milik pemerintah", 

Sementara dari perwakilan pihak pengusaha, saat di konfirmasi tim media melalui via hp  beliau mengatakan," jangan salahkan beko, salah kan siapa pemborongnya ujarnya dari seberang sana".

Disisi lain Kepala dinas  Pekerjaan Umum kabupaten labuhanbatu Utara Edwin ST  saat di konfirmasi terkait hal rusaknya bagian jalan akibat alat berat excavtor, itu jalan Semen kelas 3A yang kapasitas daya tahan hanya maksimal 8 tone, lebih dari itu gak tidak di perbolehkan, 

"Intinya ,jalan semen tidak boleh di lewati roda besi, permukaan nya bakal hancur, kalau kelebihan tonase, bagian dalam cor akan retak dan patah, lama kelamaan akan hancur." Ungkap Kadis PU Kabupaten Labuhanbatu Utara. (Red.Su / M. Parulian Panjaitan)

Post Top Ad

Your Ad Spot