Upal Diterima Nasabah Dari Bank BUMN, Irit Komentar Akan Kasus Upal - BUSER-NEWS | Berani Demi Tegaknya Hukum & Keadilan

Hot

Post Top Ad

Friday, July 12, 2019

Upal Diterima Nasabah Dari Bank BUMN, Irit Komentar Akan Kasus Upal

"Masih Beredarnya Upal, Nasabah Mengadukan Perihal, Masih tahap Pendalaman"

Singaraja-Bali, Buser News - Nasabah Bank BRI Unit Seririt diduga menerima beberapa lembar uang palsu pecahan Rp 100 ribu. Kasus ini pun telah dilaporkan ke Mapolsek Seririt, dan masih dalam tahap penyelidikan. 

Menurut informasi di lapangan, korban yang diketahui seorang sulinggih melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Seririt pada Senin (8/7/2019) lalu.

Saat itu korban mencairkan tabungannya sebesar Rp 50 juta, melalui kasir BRI Unit Seririt.

Setelah uang didapatkan, korban pun pulang ke rumah.

Sesampainya di rumah itu lah, korban baru menyadari ada beberapa lembar uang palsu yang terselip di antara uang tabungannya. 

Korban lantas mendatangi kantor BRI Unit Seririt, dengan harapan agar uang-uang palsu tersebut dapat diganti oleh pihak bank.

Namun nahas, pihak bank rupanya menolak hal tersebut, dengan alasan korban komplain setelah keluar dari bank.

Hingga akhirnya korban melaporkan hal ini ke Mapolsek Seririt. 

Kapolsek Seririt, Kompol Wayan Suka dikonfirmasi Rabu (10/7/2019) enggan berkomentar banyak.

Namun ia membenarkan atas adanya laporan uang palsu dari salah satu nasabah Bank BRI Unit Seririt."Sabar nggih masih pendalaman," singkatnya. 

Senada dengan Kapolsek Seririt, Kepala Kantor Bank BRI Unit Seririt, Dodo Pontjo juga enggan berkomentar banyak terkait  kasus uang palsu tersebut, dan membenarkan kasus tersebut terjadi di bank yang ia pimpin.

”Saya tidak berwenang memberikan keterangan atas kasus dugaan upal itu. Kasus saat ini diambil alih oleh Kantor Cabang,”ucapnya. 

Disinggung terkait mekanisme pengawasan transaksi, Dodo mengklaim, pihaknya sejatinya sudah memiliki standar pengawasan yang cukup ketat untuk memeriksa lalu lintas keuangan, baik uang masuk maupun keluar.

"Soal mekanisme pengawasan tentu kami punya,tapi kami belum tahu masalah yang sebenarnya sehingga tidak bisa memberikan informasi pasti,” pungkasnya.

Sementara itu BI Klaim Temuan Uang Palsu Menurun

Temuan uang palsu (upal) kian menurun, khususnya pada tahun 2019 ini.

Berdasarkan data rekapitulasi penerimaan uang tidak asli, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Bali, penemuan upal pada Mei 2019 hanya 210 lembar.

Turun bila dibandingkan penemuan upal pada bulan sebelumnya, dengan angka mencapai 254 lembar.Bahkan merosot tajam dibandingkan penemuan upal pada Januari 2019 sebanyak 421 lembar.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira, memperkirakan peredaran upal lebih masif di wilayah pelosok.

“Masih ada uang palsu, karena ada oknum yang sengaja mencetak upal dan mengedarkan ke UMKM atau warung kecil. Biasanya pedagang kecil sering menjadi korban,” tegasnya kepada Tribun Bali, Rabu (19/6/2019).

Sebab, lanjut dia, di kota khususnya kota besar peredaran upal sudah menurun dan jauh berkurang karena kesadaran masyarakat kian tinggi dan sosialisasi yang terus dilakukan.
“Apalagi adanya pembayaran digital, dan gerakan nasional non tunai (GNNT), semakin mengikis peredaran upal di kota,” jelasnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Causa Iman Karana mengatakan, perbandingan penemuan upal pada triwulan I-2018 jauh dibandingkan periode yang sama pada triwulan I-2019.

Jika pada triwulan I-2018 total penemuan upal di Bali mencapai 1.241 lembar.

Maka pada triwulan I-2019, total penemuan upal ini menurun menjadi 1.033 lembar.

BI pun berharap dengan GNNT dan transaksi non tunai, bisa kian menekan peredaran upal hingga ke akarnya.

Secara keseluruhan, KPwBI Bali mencatat temuan upal hingga triwulan II-2019 mencapai 1.497 lembar, atau menurun dibandingkan periode yang sama 2018 mencapai 1.897 lembar.

Rinciannya, pada triwulan I-2018 temuan upal sebanyak 1.241 lembar, triwulan II-2018 temuan 656 lembar.

Sementara triwulan I-2019 temuan upal 1.033 lembar, triwulan II-2019 mencapai 464 lembar.

“Pada 2019, temuan upal didominasi uang pecahan besar seperti pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu. Walau demikian upal ini tidak memiliki nilai seperti uang asli,” tegasnya.

Pada Mei 2019, upal yang ditemukan dengan pecahan mirip Rp 100 ribu mencapai 1.301 lembar, Rp 50 ribuan 193 lembar. Kemudian upal mirip pecahan Rp 20 ribuan, Rp10 ribu, dan Rp 5000 hanya 1 lembar. (Red.Su/Tim/Int)

Post Top Ad

Your Ad Spot