Kasus Pembunuhan Hakim PN tidak selesai, Saksi lebam saat pemeriksaan namun disangkal oleh Polrestabes - BUSER-NEWS | Berani Demi Tegaknya Hukum & Keadilan

Hot

Post Top Ad

Monday, January 6, 2020

Kasus Pembunuhan Hakim PN tidak selesai, Saksi lebam saat pemeriksaan namun disangkal oleh Polrestabes


"Kasus Pembunuhan Hakim PN Medan, Belum Terungkap, Saksi Diduga Teraniaya dan Indikasi Tiada Kaitan dengan Kasus Pembunuhan Hakim PN"
Medan, Buser News- Seorang ibu rmah tangga (IRT) merasa kesal dan keberatan setelah melihat anaknya  JP di Polrestabes Medan. 

Kedatangan IRT itu, EN (58) ke Polrestabrs Medan Sabtu (4/1/2020) untuk melihat anaknya berinisial J yang dipanggil Polrestabes Medan guna dimintai keterangan sebagai saksi dalam kasus tewasnya seorang hakim PN Medan Jamaluddin.

"Anak saya itu dimintai keterangan untuk ketiga kalinya dari sejumlah saksi lainnya," ungkap ibu saksi EN.

Dia datang setelah dipaggil melalui telepon selular oleh Polrestabes, kata EN pada Wartawan di Polrestabes Medan, Sabtu (4/1/2020) sore.

Di kantor polisi itu EN dan keluarganya melihat  wajah anaknya agak lain dari biasa. Diduga mendapat perlakuan tidak baik. 

Sebagai orang tua, saya ibu kandung JP merasa kesal, kecewa dan keberatan, karena anak saya itu dipanggil untuk dimintai keterangan sebagai saksi untuk keperluan penyidikan. 

"Dan dia bukan tersangka," tutur EN yang tidak senang, diduga anaknya diperlakukan tidak baik, pada pemeriksaan keterangan saksi.

Sewaktu anaknya keluar dan pergi memenuhi panggilan tersebut, Jumat sore  kondisi tubuhnya masih segar. Namun ketika EN bersama keluarga datang menemui anaknya, JP tampak lesu (wajahnya memar-red), tukasnya dan sejak dimintai keterangan sebagai saksi JP belum pulang.

Ironisnya lagi, satu unit mobil jenis sedan Cayla warna putih dan lainnya belum dikembalikan pada saksi. 

Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Maringan Simanjuntak yang baru dilantik menggantikan AKBP Eko Hatanto, saat dikonfirmasi Wartawan diduga ada perlakuan tidak baik terhadap JP yang dimintai keterangan sebagai saksi yang dilindungi undang undang.

Sementara itu dibantah Maringan. Terhadap saksi JP, tidak ada diperlakukan apapun, tandasnya. Hingga berita ini dibuat, saksi belum pulang. (Red.Su)

Post Top Ad

Your Ad Spot