Keadilan Yang Tidak Berpihak Kepada Masyarakat Pemerintah Tutup Mata - BUSER-NEWS | Berani Demi Tegaknya Hukum & Keadilan

Hot

Post Top Ad

Saturday, February 1, 2020

Keadilan Yang Tidak Berpihak Kepada Masyarakat Pemerintah Tutup Mata

"Lahan dan tanaman milik masyarakat di hilangkan guna merampas dan menguasai lahan milik masyarakat"
Dumai | Potret RI, Penguasaan Lahan dan telah bertahun tahun dikuasai masyarakat tidak bisa menjadikan masyarakat bisa mengelola seutuhnya akibat adanya sebuah faktor kekuasaan dari Perusaahan yang menguasai hampir wilayah yang Notabene nya dengan gampang membuat dan bisa mengancam perekonomian berbasis masyarakat.

Hal ini terjadi pada Kondar Manalu yang telah membeli dan mengelola lahan yang dibelinya dari Mustafa Kamal dengan kondisi lahan sudah ditanami pohon sawit yang sudah memiliki ketinggian kurang lebih 4 meter,"saya membeli lahan tersebut karena ada dokumen kepemilikan lahan berupa surat yang dikuasai dan diketahui Camat Bukit Kapur Kota Dumai." Ungkap K.Manalu pada tim media saat mencurahkan keluh kesahnya.

Usaha K. Manalu untuk mendapatkan hasil dari kebun sawit yang diurusnya menjadikan K.Manalu mendapatkan kesusahan, baik berupa hilangnya tanaman sawit yang sudah berukuran 4 meter.

Kerugian demi kerugian pun dirasakan sampai adanya intimidasi dari laporan yang diindikasi adanya kekuasaan dari Perusaahaan Besar yang Nota bene menguasai hampir wilayah Kepulauan Riau, yang menyebabkan hilangnya mata pencaharian masyarakat.

Sementara masyarakat yang memiliki lahan tidak seperti pengusaha, dirinya hanya memiliki areal lahan untuk sawit hanya berkisar kurang lebih 2 hektare, dan diindikasi  pengusaha PT. AA  yang merupakan perusahaan SM foresty merusak tanaman sawit milik K.Manalu, dengan menggantikan tanaman akasia milik mereka.

Disaat akan melakukan pembersihan lahan miliknya malah K.Manalu beserta alat yang dimilikinya disita dan dilakukan intimidasi atas dirinya.

"Hal ini sudah sudah 2 (dua) terjadi, pertama disaat sawit berukuran 4 meter, dan yang terakhir saya tanam bibit sawit dengan usia 1,5 tahun, dalam waktu seminggu tanaman saya sudah hilang tidal nampak lagi di lahan saya yang terletak di jalan Depnaker RT 16 Kelurahan Bukit Nenas, Kecamatan Bukit Kapur," terang K.Manalu (52) tahun, sembari menunjukkan dokumen yang dimilikinya.

Saat ditanya tim media, apakah pernah melaporkan hal ini kepada pihak kepolisian setempat, K.Manalu memberikan jawaban,"saya pernah melaporkan hal ini, namun tidak ada hasil, malah disuruh untuk menemui pihak kecamatan, dan disuruh menanam sawit dilokasi milik saya dan telah ditanami akasia oleh pihak PT."

Keadaan dengan kondisi saat menjadikan K.Manalu yang sudah berusia 52 tahun merasa sudah terzalimi oleh pihak Penguasa yang seharusnya pemerintah melakukan perlindungan kepada masyarakat bukan memberikan dukungan kepada Pengusaha demi kepentingan kepuasan dari Penguasa maupun aparatur yang membackup.

Keadilan sangat sulit didapati oleh Warga Negara Indonesia yang bisa dikatakan Pribumi dan oleh Pengusaha Perusahaan Besar yang nota benenya adalah keseluruhan bukan pribumi.

Sesuai dengan amanat Pemerintah Pusat untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat terasa jauh dari sebuah pernyataan malah kebalikan, rakyat kerasa semakin terjepit dan tiada bisa memiliki setiap lahan dan usaha dinegeri dimana dia dilahirkan.

K.Manalu meminta keadilan perlindungan kepada Pemerintah atas peristiwa atas lahan dan tanaman serta Keadilan yang sudah diserobot oleh Perusahaan Besar tersebut.(Red.Su/Int)

Post Top Ad

Your Ad Spot