Katai Idiot, Ahmad Dhani Dilaporkan ke Polda Jatim

Iklan Semua Halaman

Katai Idiot, Ahmad Dhani Dilaporkan ke Polda Jatim

31 Agustus 2018

Bukti laporan terhadap Ahmad Dhani (istimewa)
BUSER-JATIM | Diduga melecehkan massa Koalisi Elemen Bela (KEB) NKRI dengan katai idiot, musisi Ahmad Dhani sekaligus aktivis gerakan #2019Ganti Presiden resmi dilaporkan di Polda Jatim, Kamis (30/8/2018) sore, oleh Ketua KEB-NKRI, Edi Firmanto.

Edi menjelaskan, laporan itu merupakan puncak dari tuntutan permintaan maaf yang tak kunjung disampaikan Dhani pada peserta aksi.

"Akhirnya, ya (Dhani) harus kami laporkan," beber Edi yang dilansir TribunJatiom.cm, Jumat (31/8/2018) siang.

Menurut Edi, dalam laporan ke Polda Jatim, Edi diarahkan langsung oleh penyidik Subdit Cyber Ditreskrimsus Polda Jatim.

"Tidak ada itikad baik dari Dhani, padahal kami telah berupaya baik-baik," sambungnya.

Kata Edi, maksud aksi dari Koalisi Elemen Bela NKRI di depan Hotel Majapahit, pada Minggu (26/8/2018) lalu di tempat menginap Ahmad Dhani hanya meminta Dhani menemui massa.

Ketika itu, Edi berharap Dhani menyampaikan permohonan maaf sampai meninggalkan kota Pahlawan.

"Kami menganggap (gerakan #2019GantiPresiden) adalah perbuatan memecah belah umat, oleh karena itu kami meminta Dhani untuk menyampaikan permohonan maaf serta meninggalkan Surabaya," tandasnya.

Dalam vlognya itu, lanjut Edi, intinya Dhani mengatakan massa yang demo di depan Hotel Majapahit adalah idiot.

Menurutnya, kata idiot itu akhirya berbuntut pada pelaporan dari kelompok Koalisi Elemen Bela NKRI ke Polda Jatim.

"Orang-orang di depan hotel, termasuk saya dikatakan idiot, saya saat itu berada di depan hotel," tegas Edi sast dikonfirmasi TribunJatim.com melalui telepon seluler, Jumat (31/8/2018).

Menurutnya, bila saja saat itu Dhani mau menemui dan meminta maaf, otomatis permasalahan tidak akan berlanjut keranah hukum.

"Ngakune arek Suroboyo, tapi kelakukane koyok ngono (mengakunya lorang surabaya, tapi kelakuannya seperti itu," tandasnya.

"Kami telah mengultimatum (Dhani) dalam 1 x 24 jam, ternyata lebih dari 1 x 24 jam, tidak juga menemui kami," bebernya.

Hingga akhirnya, Edi menyerahkan kasus pelecehan itu kepada pihak kepolisian. (bsr)



sumber : TribunJatim.com
editor : rul/buser-news.com