Sadis! Dicekoki 30 Butir Pil Anjing, ABG 13 Tahun Meninggal

Iklan Semua Halaman

Sadis! Dicekoki 30 Butir Pil Anjing, ABG 13 Tahun Meninggal

13 Agustus 2018


foto jenazah korban dan bupuluhan butil pil anjing (dextromethorphan)/istimewa
BUSER-SIDIMPUAN | Belum diketahui pasti motifnya, seorang wanita berusia 13 tahun meninggal dunia setelah dicekoki 30 butir pil dextromethorphan oleh teman prianya berinisial, S.  

Walau sempat mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah Padang Sidempuan, namun nyawa, HA gak bisa diselamatkan, Jumat (10/8/2018). 

Data yang didapat, setelah pelaku mencekoki 30 butir pil dextromethorphan, pelaku mengantar korban di rumah temannya. Saat itu kondisi korban sudah memburuk dengan kondisi menggigil. Mengetahui kejadian itu, akhirnya pihak keluarga menjemput korban di rumah teman korban. 

Melihat kondisi korban yang terus memburuk, pihak keluarga pun membawa korban ke RSUD Padangsidempuan. Namun, nyawa korban tidak bisa diselamatkan. 

"Sebelum meninggal, adik saya bilang sama orangtua saya kalau dia dikasih 30 butil pil anjing (dextro)," ucap Wike kakak korban. 

Namun, dari keterangan orangtua teman korban mengaku, bahwa saat itu korban mengaku telah hamil 2 bulan. Diduga, pelaku sengaja mencekoki korban dengan pil anjing untuk menggugurkan kandungannya. "Yang bilang adik saya hamil dua bulan uwak itu," terangnya. 

Selama ini, korban tinggal di rumah bapaknya, di Jalan Perintis Kemerdekaan, Gang Serau, Kelurahan Padangmatinggi, Kecamatan Padangsidempuan Selatan, Kora Padangsidempuan. Sementara, ibunya tinggal di Desa Sibadi, Batang Angkola, Tapanuli Selatan. Kedua orangtua korban sudah lama bercerai. 

Kapolres Padangsidimpuan, AKBP Hilman Wijaya mengatakan, pihaknya sudah meminta keterangan dari beberapa saksi yang mengatahui penyebab kematian korban. 

"Sebelum korban meninggal dunia, petugas mendapati informasi bahwa korban sudah 3 hari tidak pulang ke kediaman orangtuanya. Korban juga mengaku kepada temannya dicecoki pil dextromethorphan oleh pelaku," pungkas Hilman.

Namun sayang, pihak kepolisian mengalami kesulitan dalam penyelidikan, itu karena pihak keluarga tidak bersedia jenazah korban dilakukan otopsi. 

Melalui akun FB yang diduga milik korban atas nama Fan S, korban sempat memposting dua bungkus plastik putih berisi puluhan butir obat berwarna kuning dan putih. Bahkan, korban juga pernah melakukan “Live” (Siaran Langsung) sambil meneguk obat tersebut. Dan setelah korban meninggal, beberapa akun-akun lain yang diyakini teman-teman korban tampak memenuhi berandanya dan mengucapkan duka cita. (*/bsr)