DPO Kasus Perdagangan Manusia Ditangkap

Iklan Semua Halaman

DPO Kasus Perdagangan Manusia Ditangkap

01 September 2018
Diana Aman alias Diana Chia saat diamankan petugas (istimewa)
BUSER-TANJUNGBALAI | Diana Aman alias Diana Chia, warga Kota Tebingtinggi, Sumatera Utara yang merupakan DPO dalam kasus peedagangan manusia (human traffiking) berhasil ditangkap, Kamis (30/8/2018).

Diana ditangkap saat mengurus paspor di Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara oleh petugas Imigrasi Tanjungbalai yang bekerja sama dengan Tim Intelijen Kejari NTT.

Kasipenkum Kejati Sumut, Sumanggar Siagian yang membenarkan atas penangkapan Diana alias Diana Chia yang merupakan DPO Kejaksaan Negeri Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), dalam kasus penjualan manusia (human trafficking).

Menurutnya, Diana diamankan saat menuju Pelabuhan Teluk Nibung.

"Rencananya dia bertolak ke Malaysia dengan menumpangi Kapal Ferry Ocean Star 2. Jumat petang, imigrasi menyerahkannya kepada Kejari Tanjungbalai," jelas Sumanggar, Jumat (31/8/2018).

"Terpidana sudah divonis 9 tahun penjara, denda Rp 120 juta, subsidier 6 bulan kurungan oleh Pengadilan Kupang. Selama jadi buronan, dia berpindah-pindah, dari antar kota sampai luar negeri. Dia kabur saat pengalihan tahanannya dikabulkan majelis hakim, sehingga saat pembacaan putusan, terpidana tidak hadir atau inabsensia," ungkap Sumanggar.

Sementara, Kepala Seksi Tiga Intel Kejati NTT, Sukwanto mengatakan, terpidana adalah anggota sindikat penjualan orang internasional. Mereka ada sembilan orang dan semuanya sudah diproses hukum. Satu di antaranya sudah meninggal dunia. Tinggal Diana yang belum dihukum.

"Terpidana dinyatakan buron sejak Mei 2017, akhirnya tertangkap di Tanjungbalai ketika hendak ke Tebingtinggi menemui anggota keluarganya. Kami mengucapkan terima kasih kepada Asintel Kejatisu Leo Simanjuntak dan Kajari Tanjungbalai Zulfikar Tanjung yang langsung mengamankan terpidana," kata Sukwanto. 

Selanjutnya, Diana langsung diboyong ke Kupang untuk pelaksanaan eksekusi dan diserahkan ke lembaga pemasyarakatan untuk menjalani hukuman.

Untuk diketahui, terpidana ini mengakibatkan kematian Yufrinda Selan di Malaysia beberapa waktu lalu. (*)