Gawat! Diduga diperkosa 2 Staf Kampus UI Riau, Bocah SD Hamil 7 Bulan

Iklan Semua Halaman

Gawat! Diduga diperkosa 2 Staf Kampus UI Riau, Bocah SD Hamil 7 Bulan

01 September 2018

ilustrasi

BUSER-RIAU | Bocah Sekolah Dasar (SD), berusia 14 tahun hamil 7 bulan setelah diduga diperkosa dua staf kampus di Universitas Islam Riau (UIR).

"Ibu korban sudah membuat laporan ke kita. Dan saat ini, kasusnya tengah diselidiki," ujar Wakil Kepala Polresta Pekanbaru AKBP Edy Sumardi Priadinata, Jumat (31/8/2018).

Ibu korban berinisial Nur mengungkapkan, baru mengetahui sang anak hamil karena tetangganya melihat perut korban semakin membuncit dan sering mual-mual. Namun selama ini korban tak berani buka suara karena takut diancam kedua pelaku.

"Ada dua orang yang sering mengajak anak saya tanpa sepengetahuan saya. Mereka berdua bekerja di Kampus UIR," kata Nur saat ditemui di Pekanbaru.

Nur menceritakan, awalnya tetangga curiga melihat kondisi perut korban yang membesar. Dan korban sering mual-mual setiap kali makan. Nur langsung menanyakan informasi tersebut kepada anaknya.

"Anak saya diam saja kalau ditanya. Dia tidak mau ceritakan yang sebenarnya. Tapi langsung saya bawa ke Puskesmas. Ternyata hasil pemeriksaan, anak saya hamil 5 bulan," kata Nur.

Meski sudah ketahuan hamil, korban tetap diam dan tidak menjawab pertanyaan ibunya. Sang ibu tak dapat berbuat apa-apa karena kondisi ekonomi mereka juga pas-pasan.

Hingga akhirnya, Nur menemukan Lembaga Bantuan Perlindungan Perempuan dan Anak Riau (LBP2AR), Rosmaini. Nur pun langsung menceritakan yang dialami anaknya.

Setelah dibujuk Rosmaini, akhirnya korban mau menceritakan peristiwa pilu yang dialaminya selama ini. Sambil menangis, korban mengaku digilir kedua pelaku secara bergantian.

"Jadi korban mengaku sering diajak oleh kedua pelaku. Para pelaku ini merupakan staf di sebuah kampus swasta," kata Rosmaini.

Setelah mendengar pengakuan korban, akhirnya LBP2AR melaporkan kedua staf kampus itu ke Polresta Pekanbaru. Laporan pertama diterima polisi pada 13 Juli 2018. Pelaku yang dilaporkan adalah inisial US usianya diperkirakan 60 tahun.

Kemudian, laporan kedua dilayangkan pada 7 Agustus 2018 dengan dugaan pelaku inisial RP berusia diperkirakan 55 tahun. Kedua terduga pelaku ini bekerja pada satu kantor di kampus swasta yang dikenal dengan Fakultas Hukum paling top di Riau tersebut.

"Korban sudah dua kali divisum di Rumah Sakit Bhayangkara," kata Rosmaini.

Rosmaini menyebutkan, korban mengaku bergantian melayani kedua pelaku dengan terpaksa. Sebab, korban selalu diancam jika tak menuruti kehendak kedua pelaku.

"Pelaku US itu anak buahnya RP, mereka satu kantor. Kami berterima kasih kepada pihak kepolisian yang sudah merespon kasus ini. Orang tua korban ini orang susah, mereka cuma pemulung," kata Rosmaini. (*)



sumber : merdeka.com