BRI : UMKM basis Perekonomian Kerakyatan Yang Perlu Dididik dan Dilatih

Iklan Semua Halaman

BRI : UMKM basis Perekonomian Kerakyatan Yang Perlu Dididik dan Dilatih

22 November 2019
"Pelatihan 10.000 Untuk Peserta UMKM dimulai dan telah dibuka untuk para peserta dari Nasabah BRI"

Medan - Buser News, Usaha Menengah Kecil Mikro salah satu usaha berbasis kerakyatan yang perlu kekuatan dari Badan Usaha Milik Negara sebagai Pembina dan pendukung kemajuan usaha milik rakyat yang harus bisa bersaing, dan UMKM saat ini membutuhkan bapak angkat ataupun BUMN yang bergerak pada Lembaga Keuangan dalam peningkatan kemampuan UMKM.

Dengan dasar Peningkatan perekonomian tersebut PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menggelar pelatihan 10 ribu pelaku Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM). Mereka dilatih mulai dari manajemen keuangan, pemasaran, hingga mengetahui info pasar.

Acara bertajuk Program Pelatihan 10.000 UMKM itu digelar di seluruh Indonesia dan Kantor Wilayah BRI Semarang mendapat kesempayan menggelar pelatihan di 8 lokasi dengan total kurang lebih 200 peserta dari nasabah bank BRI. 

Pelatihan yang digelar Kantor Cabang Gatot Subroto di Hotel fourpoint Jalan Gatot Subroto dengan jumlah peserta 200 orang.

"Program ini diikuti oleh pelaku UMKM, termasuk para UMKM cluster unggulan daerah," kata Pinca BRI Cabang Gatot Subroro, Azmi (21/11/2019).

Pelatihan ini diselenggarakan Bank BRI untuk meningkatkan kapabilitas UMKM untuk go modern, go digital, go online dan go global. Para pelaku UMKM yang hadir akan mendapatkan pelatihan terkait administrasi dan manajemen keuangan, pelatihan terkait e-commerce, akses informasi terhadap permodalan, hingga info pasar. Pelatihan tersebut juga mendatangkan dari Tokopedia.

"Melalui berbagai program CSR yang digelar dalam rangka HUT ke-124 Bank BRI menunjukkan komitmen menjalankan peran sebagai agent of development sehingga kehadirannya semakin memberikan kontribusi yang lebih besar pada ekonomi kerakyatan yang dihasilkan dari keselarasan antara kepentingan ekonomi, sosial dan lingkungan hidup," ujarnya.

Pelatihan tersebut diikuti pelaku UMKM dengan berbagai jenis komoditas mulai dari kerajinan hingga kuliner dan usaha Komoditi lainnya.

Pada Pembukaan pelatihan UMKM yang diselenggarakan BRI dibuka Agus Tri Periyono staf ahli Gubernur Sumut bidang Ekonomi dan Keuangan didampingi Pimpinan Cabang BRI Gatot Subroto Azmi serta Kabag Mikro Kaneil BRI Medan.

"Tahun 2019 sudah mengucurkan dana pinjaman murah Rp 11 miliar. Tahun 2020 ada Rp 15 miliar," jelas Agus Tri pada pemaparan yang telah dilakukan Pemerintah.

Menurutnya jumlah anggaran tersebut masih belum cukup untuk dikucurkan kepada UMKM yang terus meningkat jumlahnya, maka peran perbankan penting termasuk dari BRI yang juga dilengkapi dengan pelatihan untuk UMKM.

"Maka gandeng stakeholder seperti BRI. Rp 15 miliar tidak cukup," pungkasnya.(Red.Su/Syahri)