Mantan Atlit Berjuang dengan Gagal Ginjal yang dideritanya, Perlu Perhatian dari KONI dan Dispora

Iklan Semua Halaman

Mantan Atlit Berjuang dengan Gagal Ginjal yang dideritanya, Perlu Perhatian dari KONI dan Dispora

06 Desember 2019
"Mantan Atlit PSMS yang hanya menjadi kenangan"

Medan, Buser News - Gagal ginjal terjadi ketika jaringan ginjal rusak, sehingga organ ini kehilangan kemampuannya untuk menyaring racun dari dalam darah. Pada umumnya, gagal ginjal terjadi bersamaan dengan gangguan kesehatan lainnya.

Sugito yang baru saja menjalani proses cuci darah hanya bisa terduduk di kasur rumah sakit dengan memegang medali yang pernah diraihnya bersama atlit lainnya.

Jarum infus dan batuan oxigen rumah sakit menjadi alat bantunya, dengan nafas yang sedikit tersengal, Sugito menyampaikan kisah dirinya yang memperjuangkan Sumatera Utara di tahun 1985.

Sugito, 59 tahun mantan atlit sepakbola yang pernah tergabung sebagai tim penyerang di PSMS membawa nama Sumatera Utara dikanca PON tahun1985.

Menjadi juara dan mendapatkan medali hingga bertabur gelar nampaknya tidak selalu menjanjikan masa depan yang cerah bagi sebagian para mantan atlet Indonesia. 

Mirisnya beberapa dari mereka justru harus menanggung dan tiada ada sebuah perhatian dari organisasi yang menaungi para mantan atlit.

"Saya berharap ada adanya perhatian dari organisasi yang menaungi para atlit, sangat miris bila sudah seperti ini yang kami lihat," terang sahabat sugito saat ditemui tim media di rumah sakit Putri Hijau Medan, 5/12/2019.

Sakit ginjal yang Sugito derita juga membuatnya harus menjalani cuci darah tiga kali selama seminggu. Dalam tiga bulan pertama, untuk beberapa obat tetap harus menggunakan uang pribadinya.

Kepedulian akan terhadap kesejahteraan para atlit yang masih hidup dan berjuang untuk mempertahankan dirinya sangat perlu dari Perhatian KONI, maupun Instansi Dinas Pemuda dan Olahraga Sumatera Utara. (Red.Su/Tim)