Tali Persahabatan Siswa Siswi, Orang Tua dan Guru Kelas 91 UPT SMP Negeri 7 Medan

Iklan Semua Halaman

Tali Persahabatan Siswa Siswi, Orang Tua dan Guru Kelas 91 UPT SMP Negeri 7 Medan

24 Desember 2019
"Persahabatan Dikembangkan Dengan Program Kebersamaan antara Siswa/i, Orangtua dan Guru"
Medan, Buser News - Memiliki beberapa sahabat pada masa SMP terbukti baik untuk kesehatan mental saat remaja menuju kedewasaan, ketimbang jadi bagian dari kelompok anak populer.

Kelompok populer biasanya terdiri dari segerombolan siswa, siswi, atau keduanya dalam jumlah cukup banyak. Di dalam, pun di luar sekolah biasanya mereka kerap menghabiskan waktu bersama.

Hal ini yang menjadi program akhir tahun yang diadakan kelas 91 UPT SMP Negeri 7 Medan, dengan menumbuhkan tali persahabatan siswa siswi, orang tua dan para guru.

Sementara dengan diadakan kegiatan yang positif dengan mempererat kembali hubungan kekerabatan menimbulkan kepercayaan diri siswa siswi dalam bersosialisasi.

Lewat penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Child Development, para ilmuwan menemukan bahwa remaja usia 15 hingga 16 tahun yang punya sahabat karib alih-alih kelompok pertemanan besar yang tak terlalu akrab, lebih bisa menghargai diri mereka di usia 25 tahun.

Bukan cuma itu, penelitian pada psikologi klinis di University of Virginia--orang-orang yang punya sahabat karib ini juga cenderung tidak mengalami depresi atau kecemasan sosial.

"Kekuatan persahabatan karib pada pertengahan masa remaja secara relatif memprediksi naiknya rasa menghargai diri sendiri dan menurunkan gejala-gejala depresi dan kecemasan pada permulaan masa dewasa," ungkap guru UPT SMP Negeri 7 Medan disela sela kegiatan bersama siswa siswi kelas 91. (23/12/2019)

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa persahabatan masa remaja adalah hal penting. Pasalnya persahabatan ini dapat memprediksi keberhasilan akademis dan memperbaiki kesehatan mental.

"Kegiatan ini juga disukai oleh orang tua kelas 9 dan tidak dapat menggantikan persahabatan karib yang senantiasa memberi dukungan. Pengalaman-pengalaman ini cenderung melekat dalam diri kita, apapun yang terjadi di kemudian hari," terang guru kelas 91.

Salah satu siswa Herdy dari kelas 91 SMP Negeri 7 Medan, menyampaikan bahwa "kegiatan yang dilakukan Guna mempelajari hubungan antara sahabat dan ini dilakukan di akhir semester, saya dan orang tua ikut senang dan merasakan kedekatan dan persahabatan,"terang Herdy. 

Sementara Responden dari orangtua dan siswa merasakan adanya hal yang positip yang dilakukan kelas 91 UPT SMP Negeri 7 Medan. 

Secara umum, persahabatan juga baik untuk kesehatan. Mulai dari mengurangi stres, membantu orang menghadapi trauma, juga mendukung individu membuat pilihan-pilihan gaya hidup yang lebih baik. (Red.Su/Nenny)